belajar mikrokontroler

Tips Belajar Mikrokontroler dengan Mudah

Belajar Mikrokontroler – Mudah atau Sulit sich?

belajar mikrokontrolerSobat Canggih, sudah lama saya tidak update tulisan di blog ini karena kesibukan yang super padat. Nah sekarang saya ingin memberikan tips bagi siapa saja yang ingin belajar mikrokontroler dengan mudah tanpa guru alias autodidak. Saya juga dulu belajar mikrokontroler secara autodidak lho Sobat Canggih.

Mikrokontroler itu hanyalah sebuah IC yang memiliki memori (flash memory) yang dapat menyimpan intruksi-instruksi yang ditulis sebagai firmware. Mikrokontroler dapat berkomunikasi dengan dunia luar melalui port-port input/output yang ada padanya. Jumlah kapasitas memori dan jumlah port yang dimiliki mikrokontroler beragam bergantung tipenya. Beberapa jenis mikrokontroler memiliki fitur lain yang tidak dimiliki jenis yang lainnya seperti misalnya seri AVR buatan Atmel dilengkapi juga dengan memory eeprom internal selain memori RAM dan flash. Selain itu, fitur lainnya yaitu tambahan port ADC (analog to digital converter) dan PWM (Pulse Width Modulation).




Memprogram mikrokontroler adalah memberikan instruksi-instruksi yang dipahami oleh IC mikrokontroler untuk dapat membaca kondisi port inputnya dan memproses kondisi input tersebut dengan memberikan respon pada port output. Instruksi atau perintah tersebut ditulis oleh seorang programmer dengan bahasa pemrograman (aka bahasa manusiawi) yang dipahami oleh programmer itu sendiri, kemudian diterjemahkan (di-compile) oleh software compiler menjadi bahasa mesin yang dipahami oleh IC mikrokontroler. Bahasa mesin ini sebenarnya hanya terdiri dari deretan angka biner 0 atau 1 dimana dipahami oleh mesin sebagai perintah on atau off saja. Instruksi-instruksi program ini (firmware) kemudian akan di-flash (disimpan) di dalam memori flash mikrokontroler. Namun, lebih jauh ternyata instruksi sederhana ini dapat menjadi sebuah sistem kendali cerdas yang jauh dari yang dapat Sobat Canggih bayangkan.. sangat luar biasa apa yang dapat dibuat dari sebuah IC kecil bernama “mikrokontroler”.

Pada intinya belajar mikrokontroler itu sangatlah mudah jika Sobat Canggih mengenali karakteristik yang dimiliki oleh mikrokontroler yang akan diprogram dan memahami salah satu bahasa pemrograman untuk berkomunikasi dengannya. Seperti pepatah mengatakan “Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta”, seperti itulah jika Sobat canggih sudah mengenali karakteristiknya dan dapat berkomunikasi dengannya maka sobat canggih akan seketika jatuh cinta dengannya sampai lupa pacar atau anak istri di rumah hehe.. 😀

Tips Belajar Mikrokontroler

belajar mikrokontrolerBeberapa hal yang menjadi catatan penting sebagai tips untuk Sobat Canggih yang ingin belajar mikrokontroler dengan mudah dapat saya sampaikan sebagai berikut:

  • Pahami karakteristik mikrokontroler yang akan sobat pelajari.
  • Pelajari salah satu bahasa pemrograman mikrokontroler, misalnya: bahasa assembly (Software MIDE-51, Keil), C (Software CodeVision AVR, AVR Studio, WinAVR/AVR GCC), Pascal (Software MikroPascal), Basic (Software Bascom), atau ada juga yang menggunakan flow chart (Software Flow Code) saja untuk lebih mudah karena hanya menggunakan gambar diagram alur tanpa menuliskan program untuk memprogram mikrokontroler.
  • Berlatihlah setiap hari atau dengan jadwal yang intensif karena memprogram mikrokontroler bukanlah sekedar cukup tahu bagaimana cara memprogram, melainkan merupakan keterampilan yang Sobat Canggih akan kuasai melalui pengalaman praktek.
  • Lihatlah referensi buku atau sumber internet untuk mendapatkan contoh-contoh program. Ikutilah grup-grup atau forum penggemar mikrokontroler lokal maupun internasional untuk membuka cakrawala ilmu mikrokontroler Sobat Canggih. Mudah-mudahan di website GuruCanggih.Com nanti bisa dibuatkan forumnya.
  • Perlengkapan wajib yang harus Sobat Canggih miliki diantaranya: laptop/PC, Programmer ISP yang bisa Sobat Canggih buat sendiri atau beli langsung di toko elektronika, minimum system/development board/trainer mikrokontroler yang juga bisa Sobat Canggih buat sendiri. Jika modalnya masih minim, sementara bisa gunakan software simulasi misalnya Proteus.
  • Motivasi yang kuat dan pantang menyerah jika menemui jalan buntu.

Itu saja tips belajar mikrokontroler dengan mudah yang dapat saya sampaikan. Mudah atau tidaknya it’s up to you guys..! Akhir kata, selamat berlatih! 😉

valentine-day

Valentine Day – Halal/haram Merayakannya?

Valentine Day – Halal atau Haram Merayakannya?Seluruh dunia hari ini merayakan Valentine Day atau hari kasih sayang. Tahukah Anda sejarah Valentine Day? Bolehkah umat islam ikut melaksanakannya?

Di hari-hari ini, jika Sobat Canggih pergil ke mall atau supermarket besar yang ada di kota Anda. Lihatlah interior mall atau supermarket tersebut. Anda pasti menjumpai interiornya dipenuhi pernak-pernik—apakah itu berbentuk pita, bantal berbentuk hati, boneka beruang, atau rangkaian bunga—yang didominasi dua warna: pink dan biru muda.

Sebagaimana Sobat ketahui, sebentar lagi kebanyakan anak-anak muda seluruh dunia akan merayakan Hari Kasih Sayang atau yang lebih tenar distilahkan dengan Valentine Day.




Momentum ini sangat disukai anak-anak remaja, terutama remaja perkotaan. Karena di hari itu, 14 Februari, mereka terbiasa merayakannya bersama orang-orang yang dicintai atau disayanginya, terutama kekasih. Valentine Day memang berasal dari tradisi Kristen Barat, namun sekarang momentum ini dirayakan di hampir semua negara, tak terkecuali negeri-negeri Islam besar seperti Indonesia.

Sayangnya, tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik esensi dari Valentine Day. Mereka menganggap perayaan ini sama saja dengan perayaan-perayaan lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya. Padahal kenyataannya sama sekali berbeda.

Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan semacamnya sedikit pun tidak mengandung muatan religius. Sedangkan Valentine Day sarat dengan muatan religius, bahkan bagi orang Islam yang ikut-ikutan merayakannya, hukumnya bisa musyrik, karena merayakan Valentine Day tidak bisa tidak berarti juga ikut mengakui Yesus sebagai Tuhan. Naudzubilahi min Dzalik. Mengapa demikian?

valentine day

SEJARAH VALENTINE DAY

Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine. Dalam buku ‘Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Hallowen: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pusaka Alkautsar, 2005), sejarah Valentine Day dikupas secara detil. Inilah salinannya:

Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.

Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.

Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa.

Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.

Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.

Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.

TRADISI KIRIM KARTU

Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada isterinya di Perancis.

Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan musim kawin burung-burung dalam puisinya.

Lantas, bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.

Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi “To be my Valentine?”, maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi “Sang Maha Kuasa” dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala.

Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu!

Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine sendiri juga terjadi di dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti yang ditulis dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas.

Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.

Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme (penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.

 

KEPENTINGAN BISNIS

Kalau pun Hari Valentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang, bahkan ada kesan kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu.

Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis.

 

PESTA KEMAKSIATAN

Christendom adalah sebutan lain untuk tanah-tanah atau negeri-negeri Kristen di Barat. Awalnya hanya merujuk pada daratan Kristen Eropa seperti Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan sebagainya, namun dewasa ini juga merambah ke daratan Amerika.

Orang biasanya mengira perayaan Hari Valentine berasal dari Amerika. Namun sejarah menyatakan bahwa perayaan Hari Valentine sesungguhnya berasal dari Inggris. Di abad ke-19, Kerajaan Inggris masih menjajah wilayah Amerika Utara. Kebudayaan Kerajaan inggris ini kemudian diimpor oleh daerah koloninya di Amerika Utara.

Di Amerika, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar. Mr. Howland mendapat ilham untuk memproduksi kartu di Amerika dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. Upayanya ini kemudian diikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya hingga kini.

Sejak tahun 2001, The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) tiap tahun mengeluarkan penghargaan “Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary” kepada perusahaan pencetak kartu terbaik.

Sejak Howland memproduksi kartu ucapan Happy Valentine di Amerika, produksi kartu dibuat secara massal di selutuh dunia. The Greeting Card Association memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sekitar satu milyar kartu Valentine dikirimkan per tahun. Ini adalah hari raya terbesar kedua setelah Natal dan Tahun Baru (Merry Christmast and The Happy New Year), di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama juga memperkirakan bahwa para perempuanlah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu di Amerika mengalami diversifikasi. Kartu ucapan yang tadinya memegang titik sentral, sekarang hanya sebagai pengiring dari hadiah yang lebih besar. Hal ini sering dilakukan pria kepada perempuan. Hadiah-hadiahnya bisa berupa bunga mawar dan coklat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan kepada perempuan pilihan.

Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Ini membuat perayaan Valentine di sana lebih bersifat ‘dating’ yang sering di akhiri dengan tidur bareng (perzinaan) ketimbang pengungkapan rasa kasih sayang dari anak ke orangtua, ke guru, dan sebagainya yang tulus dan tidak disertai kontak fisik. Inilah sesungguhnya esensi dari Valentine Day.

Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja, sesuatu yang lumrah di negara-negara Barat, sepanjang malam itu. Malah di berbagai hotel diselenggarakan aneka lomba dan acara yang berakhir di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlainan jenis. Ini yang dianggap wajar, belum lagi party-party yang lebih bersifat tertutup dan menjijikan.

 

IKUT MENGAKUI YESUS SEBAGAI TUHAN

Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan mereka. “Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja…, ” demikian banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu?

Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.

Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik!

“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ” Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah. ”

Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” Wallahu’alam bishawab.(Rz)

Sumber : Eramuslim.Com

marhaban-ramadhan

Menyambut Ramadhan Ala Nabi

Tiba saatnya kaum muslimim menyambut tamu agung bulan Ramadhan, tamu yang dinanti-nanti dan dirindukan kedatangannya. Sebentar lagi tamu itu akan bertemu dengan kita. Tamu yang membawa berkah yang berlimpah ruah. Tamu bulan Ramadhan adalah tamu agung, yang semestinya kita bergembira dengan kedatangannya dan merpersiapkan untuk menyambutnya.




Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

“Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad), dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaknya dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa mereka yang kumpulkan (dari harta benda). (Yunus: 58)

Yang dimaksud dengan “karunia Allah” pada ayat di atas adalah Al-Qur’anul Karim (Lihat Tafsir As Sa’di).

Bulan Ramadhan dinamakan juga dengan Syahrul Qur’an (Bulan Al Qur’an). Karena Al-Qur’an diturunkan pada bulan tersebut dan pada setiap malamnya Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam untuk mengajari Al-Qur’an kepada beliau. Bulan Ramadhan dengan segala keberkahannya merupakan rahmat dari Allah. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu lebih baik dan lebih berharga dari segala perhiasan dunia.

‘Ulama Ahli Tafsir terkemuka Al-Imam As-Sa’di rahimahullah berkata dalam tafsirnya: “Bahwasannya Allah memerintahkan untuk bergembira atas karunia Allah dan rahmat-Nya karena itu akan melapangkan jiwa, menumbuhkan semangat, mewujudkan rasa syukur kepada Allah, dan akan mengokohkan jiwa, serta menguatkan keinginan dalam berilmu dan beriman, yang mendorang semakin bertambahnya karunia dan rahmat (dari Allah). Ini adalah kegembiraan yang terpuji. Berbeda halnya dengan gembira karena syahwat duniawi dan kelezatannya atau gembira diatas kebatilan, maka itu adalah kegimbiraan yang tercela. Sebagaimana Allah berfirman tentang Qarun,

لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ

“Janganlah kamu terlalu bangga, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang membanggakan diri.” (Al Qashash: 76)

Karunia dan rahmat Allah berupa bulan Ramadhan juga patut untuk kita sampaikan dan kita sebarkan kepada saudara-saudara kita kaum muslimin. Agar mereka menyadarinya dan turut bergembira atas limpahan karunia dan rahmat dari Allah. Allah berfirman :

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Dan terhadap nikmat dari Rabb-Mu hendaklah kamu menyebut-nyebutnya.” Adh-Dhuha: 11)

Dengan menyebut-nyebut nikmat Allah akan mendorong untuk mensyukurinya dan menumbuhkan kecintaan kepada Dzat yang melimpahkan nikmat atasnya. Karena hati itu selalu condong untuk mencintai siapa yang telah berbuat baik kepadanya.

Para pembaca yang mulia, ….

Maka sudah sepantasnya seorang muslim benar-benar menyiapkan diri untuk menyambut bulan yang penuh barakah itu, yaitu menyiapkan iman, niat ikhlash, dan hati yang bersih, di samping persiapan fisik.

Ramadhan adalan bulan suci yang penuh rahmat dan barakah. Allah Subhanahu wa Ta’ala membuka pintu-pintu Al-Jannah (surga), menutup pintu-pintu neraka, dan membelenggu syaithan. Allah ‘Azza wa Jalla melipat gandakan amalan shalih yang tidak diketahui kecuali oleh Dia sendiri. Barangsiapa yang menyambutnya dengan sungguh-sungguh, bershaum degan penuh keimanan dan memperbanyak amalan shalih, serta menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang bisa merusak ibadah shaumnya, niscaya Allah ‘Azza wa Jalla akan mengampuni dosa-dosanya dan akan melipatkan gandakan pahalanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berabda:

“Barang siapa yang bershaum dengan penuh keimanan dan harapan (pahala dari Allah), niscaya Allah mengampuni dosa-dosa yang telah lampau.” (Muttafaqun ‘alahi)

“Setiap amalan bani Adam akan dilipat gandakan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, Allah I berfirman: “kecuali ibadah shaum, shaum itu ibadah untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya.” (HR. Muslim)

Masih banyak lagi keutamaan dan keberkahan bulan Ramadhan yang belum disebutkan dan tidak cukup untuk disebutkan di sini.

Namun yang terpenting bagi saudara-saudaraku seiman, adalah mensyukuri atas limpahan karunia Allah dan rahmat-Nya. Janganlah nikmat yang besar ini kita nodai dan kita kotori dengan berbagai penyimpangan dan kemaksiatan. Nikmat itu akan semakin bertambah bila kita pandai mensyukurinya dan nikmat itu akan semakin berkurang bahkan bisa sirna bila kita mengkufurinya.

Termasuk sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah, pada bulan yang penuh barakah ini kita ciptakan suasa yang penuh kondusif. Jangan kita nodai dengan perpecahan. Kewajiban kita seorang muslim mengembalikan segala urusan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta kepada para ulama bukan berdasarkan pendapat pribadi atau golongan.

Permasalah yang sering terjadi adalah perbedaan dalam menentukan awal masuknya bulan Ramadhan. Wahai saudara-saudaraku, ingatlah sikap seorang muslim adalah mengembalikan kepada Kitabullah (Al-Qur’an) dan As Sunnah dengan bimbingan para ulama yang terpercaya.

Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam telah menetukan pelaksanaan shaum Ramadhan berdasarkan ru`yatul hilal. Beliau bersabda :

“Bershaumlah kalian berdasarkan ru`yatul hilal dan ber’idul fithrilah kalian berdasarkan ru`yatul hilal. Apabila (hilal) terhalangi atas kalian, maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.” HR. Al-Bukhari dan Muslim

Nabi Shallallahu ‘alahi wa Sallam juga menentukan pelaksanaan shaum Ramadhan secara kebersamaan. Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam bersabda:

“Shaum itu di hari kalian (umat Islam) bershaum, (waktu) berbuka/beriedul Fitri adalah pada saat kalian berbuka/beriedul Fitri, dan (waktu) berkurban/Iedul Adha di hari kalian berkurban.” (HR. At Tirmidzi dari shahabat Abu Hurairah)

Al-Imam At-Tirmidzi berkata: “Sebagian ahlul ilmi menafsirkan hadits Abu Hurairah di atas

dengan perkataan (mereka), ‘sesungguhnya shaum dan ber’Idul Fitri itu (dilaksanakan) bersama Al-Jama’ah (Pemerintah Muslimin) dan mayoritas umat Islam’.” (Tuhfatul Ahwadzi 2/37)

Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata: “Seseorang (hendaknya) bershaum bersama pemerintah dan jama’ah (mayoritas) umat Islam, baik ketika cuaca cerah ataupun mendung.” Beliau juga berkata: “Tangan Allah bersama Al-Jama’ah.” (Majmu’ Fatawa 25/117)

Al-Imam Abul Hasan As-Sindi berkata: “Yang jelas, makna hadits ini adalah bahwasanya perkara-perkara semacam ini (menentukan pelaksanaan shaum Ramadhan, Iedul Fithri dan Iedul Adha –pen) keputusannya bukanlah di tangan individu, dan tidak ada hak bagi mereka untuk melakukannya sendiri-sendiri. Bahkan permasalahan semacam ini dikembalikan kepada pemerintah dan mayoritas umat Islam, dan dalam hal ini setiap individu pun wajib untuk mengikuti pemerintah dan mayoritas umat Islam. Maka dari itu, jika ada seseorang yang melihat hilal (bulan sabit) namun pemerintah menolak persaksiannya, sudah sepatutnya untuk tidak dianggap persaksian tersebut dan wajib baginya untuk mengikuti mayoritas umat Islam dalam permasalahan itu.” (Ash-Shahihah 2/443)

Menaati pemerintah merupakan prinsip yang harus dijaga oleh umat Islam. Terlebih pemerintah kita telah berupaya menempatkan utusan-utusan pada pos-pos ru’yatul hilal di d berbagai daerah di segenap nusantara ini. Rasulullah e bersabda :

“Barangsiapa menaatiku berarti telah menaati Allah, barangsiapa menentangku berarti telah menentang Allah, barangsiapa menaati pemimpin (umat)ku berarti telah menaatiku, dan barang siapa menentang pemimpin (umat)ku berarti telah menentangku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari shahabat Abu Hurairah)

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata: “Di dalam hadits ini terdapat keterangan tentang kewajiban menaati para pemerintah dalam perkara-perkara yang bukan kemaksiatan. Adapun hikmahnya adalah untuk menjaga persatuan dan kebersamaan (umat Islam), karena di dalam perpecahan terdapat kerusakan.” (Fathul Bari, 13/120).

Sebagai rasa syukur kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala pula hendaklah kita hidupkan bulan yang penuh barakah itu dengan amalan-amalan shalih, amalan-amalan yang ikhlash dan mencocoki sunnah Rasulullah. Kita menjauhkan dari amalan-amalan yang tidak ada contoh dari Rasulullah. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah berwasiat :

“Barangsiapa yang membuat-buat amalan baru dalam agama kami yang bukan bagian darinya, maka perbuatannya tersebut tertolak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda :

“Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada contoh dari kami, maka amalannya tersebut tertolak.” (HR. Muslim)

Para ‘ulama berkata : “Bahwa hadits merupakan kaidah agung di antara kaidah-kaidah Islam. Ini merupakan salah satu bentuk jawami’ kalim (kalimat singkat namun bermakna luas) yang dimikili oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Hadits ini sangat jelas dalam membatalkan semua bentuk bid’ah dan hal-hal baru yang dibuat dalam agama. Lafazh kedua lebih bersifat umum, karena mencakup semua orang yang mengamalkan bid’ah, walaupun pembuatnya orang lain.”

Termasuk perbuatan yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah perbuatan yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin dalam menyambut bulan Ramadhan dengan amalan atau ritual tertentu, di antaranya :

1. Apa yang dikenal dengan acara Padusan. Yaitu mandi bersama-sama dengan masih mengenakan busana, terkadang ada yang memimpin di suatu sungai, atau sumber air, atau telaga. Dengan niat mandi besar, dalam rangka membersihkan jiwa dan raga sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Sampai-sampai ada di antara muslimin yang berkeyakinan Kalau sekali saja terlewat dari ritual ini, rasanya ada yang kurang meski sudah menjalankan puasa. Jelas perbuatan ini tidak pernah diajarkan dan tidak pernah diterapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Demikian juga para shahabat, para salafus shalih, dan para ‘ulama yang mulia tidak ada yang mengamalkan atau menganjurkan amaliah tersebut. Sehingga kaum muslimin tidak boleh melakukan ritual ini.

Belum lagi, dalam ritual Padusan ini, banyak terjadi kemungkaran. Ya, jelas-jelas mandi bersama antara laki-laki dan perempuan. Jelas ini merupakan kemungkaran yang sama sekali bukan bagian dari ajaran Islam.

2. Nyekar di kuburan leluhur.

Tak jarang dari kaum muslimin, menjelang Ramadhan tiba datang ke pemakaman. Dalam Islam ada tuntunan ziarah kubur, yang disyari’atkan agar kaum muslimin ingat bahwa dirinya juga akan mati menyusul saudara-saudaranya yang telah meninggal dunia lebih dahulu, sehingga dia pun harus mempersiapkan dirinya dengan iman dan amal shalih. Namun ziarah kubur, yang diistilahkan oleh orang jawa dengan nyekar, yang dikhususkan untuk menyambut Ramadhan tidak ada tuntunannya dalam syari’at Islam. Apalagi mengkhusukan nyekar di kuburan leluhur. Ini adalah perkara baru dalam agama. Tak jarang dalam ziarah kubur tercampur dengan kemungkaran. Yaitu sang peziarah malah berdoa kepada penghuni kubur, meminta-minta pada orang yang sudah mati, atau ngalap berkah dari tanah kuburan! Ini merupakan perbuatan syirik!

3. Minta ma’af kepada sesama menjelang datangnya Ramadhan.

Dengan alasan agar menghadapi bulan Ramadhan dengan hati yang bersih, sudah terhapus beban dosa terhadap sesama. Bahkan di sebagian kalangan diyakini sebagai syarat agar puasanya sempurna.

Tidak diragukan, bahwa meminta ma’af kepada sesama adalah sesuatu yang dituntunkan dalam agama, meningat manusia adalah tempat salah dan lupa. Meminta ma’af di sini umum sifatnya, bahkan setiap saat harus kita lakukan jika kita berbuat salah kepada sesama, tidak terkait dengan waktu atau acara tertentu. Mengkaitkan permintaan ma’af dengan Ramadhan, atau dijadikan termasuk cara untuk menyambut Ramadhan, maka jelas ini membuat hal baru dalam agama. Amaliah ini bukan bagian dari tuntunan syari’at Islam.

Itulah beberapa contoh amalan yang tidak ada tuntunan dalam syari’at yang dijadikan acara dalam menyambut bulan Ramadhan. Sayangnya, amaliah tersebut banyak tersebar di kalangan kaum muslimin.

Semestinya dalam menyambut Ramadhan Mubarak ini kita mempersiapkan iman dan niat ikhlash kita. Hendaknya kita berniat untuk benar-benar mengisi Ramadhan ini dengan meningkatkan ibadah dan amal shalih. Baik puasa itu sendiri, memperbaiki kualitas ibadah shalat kita, berjama’ah di masjid, qiyamul lail (shalat tarawih), tilawatul qur’an, memperbanyak dzikir, shadaqah, dan berbagai amal shalih lainnya.

Tentunya itu semua butuh iman dan niat yang ikhlash, disamping butuh ilmu tentang bagaimana tuntunan Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam melaksanakan berbagai amal shalih tersebut. agar amal kita menjadi amal yang diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Juga perlu adanya kesiapan fisik, agar tubuh kita benar-benar sehat sehingga bisa menjalankan berbagai ibadah dan amal shalih pada bulan Ramadhan dengan lancar.

Puncak dari itu semua adalah semoga puasa dan semua amal ibadah kita pada bulan Ramadhan ini benar-benar bisa mengantarkan kita pada derajat taqwa di sisi Allah ‘Azza wa Jalla.

Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang gagal dalam Ramadhan ini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

“Berapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak ada yang ia dapatkan dari puasanya kecuali rasa lapar saja. Dan berapa banyak orang menegakkan ibadah malam hari, namun tidak ada yang ia dapatkan kecuali hanya begadang saja.” (HR. Ibu Majah)

Juga beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

“Sesungguhnya Jibril ‘alaihis salam mendatangiku, dia berkata : ‘Barangsiap yang mendapati bulan Ramadhan namun tidak menyebakan dosanya diampuni dia akan masuk neraka dan Allah jauhkan dia. Katakan amin (wahai Muhammad). Maka aku pun berkata : Amin.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ahmad)

Semoga kita termasuk orang yang mendapat keutamaan dan fadhilah dalam bulan Ramadhan ini. Semoga Allah menyatukan hati-hati kita di atas Islam dan Iman. Dan semoga Allah menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai jembatan menuju keridhaan Allah ‘Azza wa Jallah dan meraih ketaqwaan kepada-Nya.

Wallähu a’lam..

 

Sumber: Salafy.or.id

hijab bunda maria

Hijab Bunda Maria Bertuliskan LAA ILAAHA ILLALLAH?

Hijab Bunda Maria Bertuliskan LAA ILAAHA ILLALLAH?

Sahabat sudah nonton film 99 Cahaya Di Langit Eropa?

Dalam film tersebut menceritakan bagaimana Hanum Salsabila Rais, puteri dari Amien Rais sekaligus penulis buku 99 Cahaya Dilangit Eropa sempat dibuat tercengang ketika mengetahui bahwa inskripsi arab yang mengukir di tepian kain hijab yang dikenakan Bunda Maria itu adalah lafaz tahlil ??? ?????? ?????? ???? ‘Laa ilaaha Illallah”

Dalam bukunya, Hanum memaparkan kisah perjalanannya menjelajahi jejak peradaban Islam yang ada di Eropa. Ia bersama suaminya, Rangga Almahendra membelah peradaban Islam dari Eropa Barat hingga Eropa Timur. Sesampainya di Paris, Hanum pun dibuat tercengang oleh beberapa peninggalan dari peradaban Islam di kota ini dulunya.




IMG_20170524_163901 (600 x 450)

Museum Louvre, adalah tempat penyimpanan berbagai benda berharga milik Perancis. Di Museum inilah, lukisan Monalisa yang terpopuler itu berada. Dan disini pula lukisan menakjubkan yang dimaksud Hanum itu berada.

Adalah lukisan karya Ugolino berjudul “The Virgin and The Child” dimana dalam lukisan itu nampak sosok Bunda Maria sedang menggendong “Yesus” bayi . Yang mencengangkan, di hijab Bunda Maria dalam lukisan itu terdapat tulisan Arab Pseudo Kufic. Yang setelah diteliti oleh peneliti Arab World Institute, ternyata tulisannya adalah ??? ?????? ?????? ???? “Laa Ilaaha Illallah”. Hanum juga mendapati banyak tulisan Arab Kufic di lukisan artefak umat Khatolik. Termasuk tulisan Arab Kufic di jubah seorang raja Katolik taat yaitu Raja Roger II of Sicily dari Austria.

Marion, sahabat Hanum yang juga seorang peneliti peradaban Islam Abad Pertengahan yang ahli membaca tulisan Arab Kufic menjelaskan bahwa dulu Timur Tengah dikenal dengan ilmu pengetahuan, seni dan budayanya. Sehingga banyak orang Eropa bepergian ke Timur Tengah dan membeli kain, permadani, lukisan dan lain sebagainya. Dalam barang-barang yang diperdagangkan itu seringkali terdapat tulisan tauhid seperti di atas dan akhirnya ditiru oleh orang-orang Eropa.

Tulisan ??? ?????? ?????? ???? juga membuktikan bahwa Marya dan Yesus (Isa bin Maryam) mengajarkan ??? ?????? ?????? ???? “Bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah” sebagaimana disebutkan dalam al Quran:

“Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata : ”Sesungguhnya Allah itu dialah Almasih putra Maryam. Padahal Almasih (sendiri) berkata,:”Wahai Bani Israil Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Alloh, maka sungguh Allah mengharamkan surga baginya dan tempatnya ialah di neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang yang zalim itu” (QS Al maidah : 72)

Kemudian dalam ayat 73-76, Allah berfirman :
”Sungguh telah kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan yang Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang -orang kafir diantara mereka akan ditimpa azab yang pedih. Mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Almasih putra Maryam hanyalah seorang Rasul. Sebelum pun sudah berlalu beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan ) kepada mereka (ahli kitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (oleh keinginan mereka) Katakanlah (Muhammad) :”Mengapa mereka menyembah yangselain Allah, sesuatu yang tidak dapat menimbulkan bencana kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui”

Melalui ayat tersebut, jelas sekali bahwa yang diajarkan oleh Nabi Isa adalah ??? ?????? ?????? ????( Laa Ilaaha Illallah) yang artinya Tidak ada Tuhan (yang wajib disembah dan diikuti) kecuali Allah”. Sebagai seorang Rasul, nabi Isa bertugas menyampaikan risalah kebenaran yaitu agar tidak ada yang disembah di belahan muka bumi ini kecuali hanya ALLAH yang ESA dan MAHA PENYAYANG kepada makhluknya.

Cari ‘Cahaya’ lain dari ‘99 Cahaya Di Langit Eropa’ dengan membaca bukunya atau menonton film yang penuh HIKMAH INI.

[Muslimina/asyanabila/voa-islam.com]

lcd karakter

Pemrograman LCD Karakter 2×16 Dengan Mikrokontroler AVR

Kali ini, saya akan membahas sedikit mengenai pemrograman LCD Karakter 2×16 dengan mikrokontroler AVR. Mikrokontroler yang saya gunakan dalam pembahasan tulisan ini yaitu seri ATmega32.

Pada desain skematik LCD, Anda harus menghubungkan keseluruhan pin-pin data dan command LCD ke port mikrokontroler yang sama (misal Port A0-A7). Pada contoh ini, saya menggunakan metode interfacing 4-bit data (LCD_4 – LCD_7). Sehingga pemilihan pin pada mikrokontroler disesuaikan dengan CVAVR di atas menjadi seperti berikut ini.






Perhatikan PA0-PA7 pada skema rangkaian! PA1 tidak digunakan, karena R/W pada LCD kita fungsikan sebagai “Write” saja sehingga cukup menghubungkan pin R/W pada LCD ke ground. Sedangkan PB3 kita gunakan sebagai pengontrol backlight pada LCD (LCD_BL).

CodeWizard akan meng-generate firmware dengan include “lcd.h”. Nah, file ini tidak saya gunakan karena saya membuat sendiri file include “lcdb.h” yang saya lampirkan pada akhir tulisan ini.
lcd karakter 2x16

Berikut ini contoh firmware untuk pemrograman LCD Karakter 2×16.

latihan_lcd.c

#include <mega32.h>
#include <stdio.h>

// Alphanumeric LCD Module functions
#asm
.equ __lcd_port=0x1B ;PORTA
#endasm
#include <lcdb.h>

char sz[40];

void main(void)
{
// Declare your local variables here

// Input/Output Ports initialization
// Port A initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTA=0x00;
DDRA=0x00;

// Port B initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTB=0x00;
DDRB=0x00;

// Port C initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTC=0x00;
DDRC=0x00;

// Port D initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTD=0x00;
DDRD=0x00;

// LCD module initialization
LCD_Init();

// Global enable interrupts
#asm(“sei”)
//=============================================
while(1)
{

sprintf(sz, ” Ini Baris ke-1 \n Ini Baris ke-2 “);
LCD_printf(sz);
}
}

Berikut ini file library yang dibutuhkan oleh firmware di atas.

lcdb.c

#include <mega32.h>
#include <delay.h>
#include <stdio.h>
#include <string.h>

#define Clear_Display 0x01
#define Home 0x02
#define Entry_Mode 0x04
#define Set_Display 0x08
#define Set_Cursor 0x10
#define Function 0x20
#define Decrement 0x00
#define Increment 0x02
#define Shift_Off 0x00
#define Shift_On 0x01
#define Display_Off 0x00
#define Display_On 0x04
#define Cursor_Off 0x00
#define DCursor_On 0x02
#define Blink_Off 0x00
#define Blink_On 0x01
#define Four_Bits 0x00
#define Eight_Bits 0x10
#define One_Line 0x00
#define Two_Line 0x08
#define Font5x7 0x00
#define Font5x10 0x04

// Pins
#define LCD_pinRS 0x80 // PA0
#define PORT_LCD_pinRS PORTA
#define LCD_pinRD 0x40 // PA1
#define PORT_LCD_pinRD PORTA
#define LCD_pinEN 0x20 // PA2
#define PORT_LCD_pinEN PORTA
#define LCD_BL_CTRL 0x10 // PA3
#define PORT_LCD_BL_CTRL PORTA

// Macros
#define SET_LCD_pinRS PORT_LCD_pinRS |= LCD_pinRS
#define RES_LCD_pinRS PORT_LCD_pinRS &= ~LCD_pinRS

#define SET_LCD_pinRD PORT_LCD_pinRD |= LCD_pinRD
#define RES_LCD_pinRD PORT_LCD_pinRD &= ~LCD_pinRD

#define SET_LCD_pinEN PORT_LCD_pinEN |= LCD_pinEN
#define RES_LCD_pinEN PORT_LCD_pinEN &= ~LCD_pinEN

#define SET_LCD_BL_CTRL PORT_LCD_BL_CTRL |= LCD_BL_CTRL
#define RES_LCD_BL_CTRL PORT_LCD_BL_CTRL &= ~LCD_BL_CTRL

void LCD_Init(void)
{
DDRA = 0xff;
delay_ms(3);
LCD_CmdWrite(Function+Four_Bits+Two_Line+Font5x7);
delay_ms(3);
LCD_CmdWrite(Function+Four_Bits+Two_Line+Font5x7);
delay_ms(3);
LCD_CmdWrite(Function+Four_Bits+Two_Line+Font5x7);
delay_ms(3);
LCD_CmdWrite(Clear_Display);
delay_ms(3);
LCD_CmdWrite(Entry_Mode+Increment+Shift_Off);
delay_ms(3);
LCD_CmdWrite(0x0c); // display on, cursor off, non-blink
delay_ms(3);
LCD_CmdWrite(0x02); // cursor home

}

void LCD_CmdWrite(unsigned char uc)
{
char DL, DH;
DH=(((uc&0x80)>>7)+((uc&0x40)>>5)+((uc&0x20)>>3)+((uc&0x10)>>1));
DL=(((uc&0x08)>>3)+((uc&0x04)>>1)+((uc&0x02)<<1)+((uc&0x01)<<3));

RES_LCD_pinRS;
RES_LCD_pinRD;

SET_LCD_pinEN; // Enable LCD
PORTA &= 0xf0;
PORTA |= DH; // kirim High Nibble
RES_LCD_pinEN; // beri pulsa LCD EN
LCD_delay_5us();

SET_LCD_pinEN;
PORTA &= 0xf0;
PORTA |= DL; // kirim Low Nibble
RES_LCD_pinEN; // beri pulsa LCD EN
LCD_delay_3ms();

}

void LCD_DataWrite(unsigned char uc)
{
char DL, DH;
DH=(((uc&0x80)>>7)+((uc&0x40)>>5)+((uc&0x20)>>3)+((uc&0x10)>>1));
DL=(((uc&0x08)>>3)+((uc&0x04)>>1)+((uc&0x02)<<1)+((uc&0x01)<<3));

SET_LCD_pinRS;
RES_LCD_pinRD;

SET_LCD_pinEN; // Enable LCD
PORTA &= 0xf0;
PORTA |= DH; // kirim High Nibble
RES_LCD_pinEN; // beri pulsa LCD EN
LCD_delay_5us();

SET_LCD_pinEN;
PORTA &= 0xf0;
PORTA |= DL; // kirim Low Nibble
RES_LCD_pinEN; // beri pulsa LCD EN
LCD_delay_3ms();
}

void LCD_DataRead(unsigned char uc)
{
char DL, DH;
DH=(((uc&0x80)>>7)+((uc&0x40)>>5)+((uc&0x20)>>3)+((uc&0x10)>>1));
DL=(((uc&0x08)>>3)+((uc&0x04)>>1)+((uc&0x02)<<1)+((uc&0x01)<<3));

SET_LCD_pinRS;
SET_LCD_pinRD;

SET_LCD_pinEN; // Enable LCD
PORTA &= 0xf0;
PORTA |= DH; // kirim High Nibble
RES_LCD_pinEN; // beri pulsa LCD EN
LCD_delay_5us();

SET_LCD_pinEN;
PORTA &= 0xf0;
PORTA |= DL; // kirim Low Nibble
RES_LCD_pinEN; // beri pulsa LCD EN
LCD_delay_3ms();
}

void LCD_delay_5us(void)
{
unsigned char j;

for(j = 0; j < 5; j++);

}

void LCD_delay_3ms(void)
{
unsigned char i, j;

for(j = 0; j < 100; j++)
for(i = 0; i < 30; i++);
}

void LCD_delay_5ms(void)
{
unsigned char i, j;

for(j = 0; j < 100; j++)
for(i = 0; i < 50; i++);
}

void LCD_delay_10ms(void)
{
unsigned char i, j;

for(j = 0; j < 100; j++)
for(i = 0; i < 100; i++);
}

void LCD_printf(unsigned char *pc)
{

LCD_CmdWrite(0x80); // 1st line, 1st position

while(*pc != NULL){

if (*pc == ‘\n’){ // next line?
LCD_CmdWrite(0xc0); // 2nd line, 1st position
}
else{
LCD_DataWrite(*pc); // put character
}

pc++;
}
}

void LCD_Blink(void)
{ unsigned char aaa;
SET_LCD_BL_CTRL;
for(aaa = 0; aaa < 100; aaa++) // delay 1s
LCD_delay_10ms();
RES_LCD_BL_CTRL;
for(aaa = 0; aaa < 50; aaa++) // delay 1s
LCD_delay_10ms();
}

void LCD_Light_On(void)
{ unsigned char aaa;
SET_LCD_BL_CTRL;
for(aaa = 0; aaa < 50; aaa++) // delay 1s
LCD_delay_10ms();
}

void LCD_Light_Off(void)
{ unsigned char aaa;
RES_LCD_BL_CTRL;
for(aaa = 0; aaa < 50; aaa++) // delay 1s
LCD_delay_10ms();
}

kurikulum 2013

Evaluasi Kurikulum 2013

Sebuah Renungan Sang Guru: Evaluasi Kurikulum 2013

Sobat Canggih, mumpung masih liburan akhir semester ganjil nih.. ada waktu untuk mencorat-coreti website ini. Saya ingin berbagi unek-unek berkaitan dengan implementasi kurikulum 2013 yang telah dicabut pelaksanaannya di sebagian besar sekolah di tanah air, kecuali di sekolah saya karena sudah menerapkan selama tiga semester.

Pergantian kurikulum tentunya dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia yang pada beberapa tahun belakangan sempat mengalami kemunduran jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga di Asia Tenggara. Selain itu, fenomena kemunduran akhlak mulai dari kalangan anak-anak dan remaja yang sudah sangat akrab dengan pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba, hingga kalangan elit yang duduk di ‘singgasana’ pemerintahan sudah sering kita dengar dan lihat di media massa banyak yang tertangkap KPK karena kasus korupsi. Seluruh fenomena rusaknya akhlak generasi muda dan ‘generasi yang sudah tidak muda’ itu ujung-ujungnya mengkambinghitamkan sistem pendidikan yang ada di Indonesia, dalam hal ini digawangi oleh seorang guru di sekolah. Jadi, haruskah guru yang dipersalahkan atas kemerosotan moral di masyarakat?

Contoh kecil saja jika seorang siswa melakukan kenakalan, siapa yang pertama dipanggil?? Jika siswa sering terlambat ke sekolah, siapa yang pertama dipanggil?? Bahkan jika siswa melakukan hal-hal aneh di luar sekolah pun siapa yang pertama dipanggil?? Jawabannya adalah: Walikelasnya yang notabene adalah guru di sekolahnya. Bahkan guru sendiri pun masih mengkambinghitamkan walikelas (guru juga) ketika siswanya agak nyeleneh di kelasnya. “Siapa sich walikelasnya?”, begitu kira-kira ucapan guru tersebut. Waduh.. kalau seperti ini, banyak sekali dosa seorang guru ya, khususnya walikelas kalau harus menanggung semua yang dilakukan anak didiknya.

Ngomong-ngomong soal mendidik, apakah mungkin seorang guru mendidik siswanya menjadi nakal, terlibat pergaulan bebas, mencuri, atau hal-hal negatif lainnya? Tentunya tidak. Seorang pendidik tentunya ingin memberikan didikan yang positif, bukan sebaliknya. Apakah pendidik itu guru saja? Bukan! Orangtua di rumah itulah pendidik anak-anak mereka yang sejati. Kenapa bukan mereka saja yang dipersalahkan? Apakah anda pernah mendengar istilah globalisasi? Siapa yang rajin menyiarkan budaya luar seperti misalnya pergaulan bebas yang notabene negatif ke hadapan generasi muda kita? Siapa yang rajin menyiarkan tindak kekerasan? Mungkin dari situlah masyarakat secara tidak sadar dididik sehingga lambat-laun terjadi perubahan perilaku sosial yang meluas di masyarakat. Lantas, kenapa bukan siaran televisi saja yang dipersalahkan?

tugas-numpuk-2-1024x640Terlepas dari salah-menyalahkan, sepertinya dalam menghadapi fenomena sosial tersebut, sorotan pemerintah salah satunya tertuju pada sistem pendidikan Indonesia. Sistemnya harus diubah supaya hasilnya berubah, tentunya diharapkan menjadi lebih baik. Maka dari itu, dalam kurikulum 2013 muncul tiga aspek penilaian: sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Unsur sikap menjadi penentu utama seorang siswa kompeten atau tidak pada suatu mata pelajaran. Ujung-ujungnya, tugas guru pun bertambah, konsentrasi terbanyak adalah menilai ketiga aspek tersebut. Guru tidak perlu menyampaikan materi secara tuntas, biarkan siswa yang mencari sendiri apa yang harus mereka pelajari. Berikan tugas mandiri untuk dikerjakan di rumah. Bayangkan kalau ini terjadi di seluruh pelajaran, maka akhirnya beban belajar siswa pun bertambah tidak hanya di sekolah, bahkan hingga di rumah harus mengerjakan bertumpuk PR. Di sekolah masih bingung, di rumah tambah puyeng, kasihan sekali ya..




Saya rasa kurikulum 2013 itu sudah cukup ideal. Bagaimana tidak, penilaian harus benar-benar autentik sehingga nilai tidak bisa asal atau disulap oleh guru. Guru harus fokus menilai siswanya yang jumlahnya lebih dari 30 orang perkelas. Format penilaiannya banyak pula. Namun, yang terlalu ideal biasanya sulit dilakukan. Akhirnya hal yang sulit itu jarang dilakukan. Betul tidak? Selain itu, jumlah siswa yang terlalu banyak tentunya menyulitkan guru dalam menilai. Sumber belajar (Buku Siswa dan Buku Guru) tidak tersedia untuk hampir sebagian besar mata pelajaran tentunya sangat menyulitkan siswa dalam mempelajari materi ajar. Jika diarahkan ke internet, tidak semua siswa benar-benar memanfaatkannya sebagaimana mestinya. Belum lagi masih banyak sekolah yang belum tersentuh internet di tanah air ini. Di sisi guru, isi silabus pelajaran yang harus diajarkan kepada siswa belum sepenuhnya dikuasai oleh guru tersebut, bahkan guru yang notabene sudah tersertifikasi pun masih perlu mendapatkan pelatihan tambahan pada materi ajar tertentu karena selama ini (kurikulum sebelumnya) di silabus tidak pernah muncul materi tersebut. Rasanya masih banyak PR yang harus diselesaikan oleh pemerintah sebelum sepenuhnya memberlakukan kurikulum 2013 ini.